skip to main content
Diposting tanggal

Pentingnya Daya Pembeda Merek: Kunci Agar Merek Anda Tidak Ditolak Saat Didaftarkan

Dipublikasikan oleh Bukalegal.com pada 29 Juni 2026

Neiska Aulia Marcela Sari, S.H.

Banyak pelaku usaha berpikir bahwa selama nama merek terdengar menarik, maka merek tersebut pasti bisa didaftarkan. Padahal, salah satu syarat terpenting dalam pendaftaran merek adalah memiliki daya pembeda. Hal inilah yang juga ditekankan dalam Workshop HKI yang diselenggarakan LPJPHKI Universitas Airlangga, yaitu bahwa merek harus mampu membedakan barang atau jasa milik satu pelaku usaha dengan pelaku usaha lainnya.

Bagi UMKM maupun perusahaan yang baru berkembang, memahami konsep daya pembeda dapat menghemat waktu, biaya, dan mengurangi risiko penolakan permohonan merek.

Apa yang Dimaksud dengan Daya Pembeda?

Daya pembeda adalah kemampuan suatu merek untuk menunjukkan identitas yang unik sehingga konsumen dapat mengenali asal barang atau jasa yang ditawarkan.

Suatu merek yang memiliki daya pembeda akan:

  • Mudah dikenali konsumen.

  • Tidak membingungkan dengan merek milik pihak lain.

  • Memiliki karakter yang khas.

  • Menjadi identitas bisnis dalam jangka panjang.

Sebaliknya, merek yang terlalu umum atau menyerupai merek lain berpotensi ditolak ketika diajukan ke DJKI.

Mengapa Daya Pembeda Sangat Penting?

Beberapa alasan mengapa daya pembeda menjadi faktor utama dalam pendaftaran merek antara lain:

  • Menghindari kebingungan konsumen saat memilih produk.

  • Melindungi identitas bisnis dari penggunaan pihak lain.

  • Meningkatkan nilai komersial suatu merek.

  • Mempermudah proses pemasaran dan branding.

  • Mengurangi risiko sengketa hukum di kemudian hari.

Semakin unik suatu merek, semakin besar peluang memperoleh perlindungan hukum.

Ciri-Ciri Merek yang Memiliki Daya Pembeda

Sebuah merek umumnya memiliki peluang lebih baik apabila:

  • Menggunakan kata ciptaan sendiri (invented word).

  • Memiliki kombinasi kata yang tidak lazim.

  • Memiliki logo dengan karakter visual yang khas.

  • Tidak menggambarkan langsung jenis barang atau jasa.

  • Tidak menyerupai merek yang telah lebih dahulu terdaftar.

Misalnya, nama yang hanya terdiri dari kata "Coffee", "Bakery", "Laundry", atau "Digital" tanpa unsur pembeda biasanya akan lebih sulit memperoleh perlindungan.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pelaku Usaha

Masih banyak pelaku usaha yang melakukan beberapa kesalahan berikut:

  • Menggunakan nama yang terlalu deskriptif.

  • Meniru bunyi atau penulisan merek terkenal.

  • Menganggap perubahan satu huruf sudah cukup membedakan.

  • Tidak melakukan penelusuran merek sebelum mendaftar.

  • Baru mendaftarkan merek setelah bisnis berkembang.

Padahal Indonesia menerapkan prinsip first to file, sehingga pihak yang lebih dahulu mendaftarkan merek yang memenuhi syarat akan memperoleh hak atas merek tersebut. 

Tips Membuat Merek yang Kuat

Sebelum menentukan nama merek, lakukan beberapa langkah berikut:

  • Buat daftar beberapa alternatif nama.

  • Pilih nama yang unik dan mudah diingat.

  • Hindari kata yang terlalu umum.

  • Tambahkan unsur kreativitas berupa gabungan kata atau istilah baru.

  • Lakukan penelusuran pada database merek sebelum mengajukan permohonan.

  • Konsultasikan kepada konsultan HKI apabila diperlukan.

Manfaat Jangka Panjang

Merek yang memiliki daya pembeda akan memberikan berbagai keuntungan, seperti:

  • Mempermudah pembangunan reputasi usaha.

  • Meningkatkan kepercayaan konsumen.

  • Menjadi aset bisnis yang bernilai.

  • Mempermudah kerja sama bisnis maupun lisensi.

  • Memberikan perlindungan hukum yang lebih kuat.


Membangun merek bukan sekadar memilih nama yang menarik, tetapi juga memastikan nama tersebut memiliki daya pembeda yang kuat. Semakin unik identitas merek Anda, semakin besar peluang memperoleh perlindungan hukum sekaligus membangun kepercayaan konsumen. Oleh karena itu, sebelum mengajukan pendaftaran merek, pastikan merek telah melalui proses penelusuran dan analisis agar investasi bisnis Anda lebih aman.