- Diposting tanggal
Sengketa Merek : Pelajaran Penting Agar Bisnis Tidak Kehilangan Identitas
Neiska Aulia M.S
Selasa, 10 Februari 2026 | 13.00 WIB
Di
balik kesuksesan banyak merek besar di Indonesia, ada sisi lain yang sering
tidak terlihat oleh publik: sengketa merek. Kasus perebutan nama, logo,
atau identitas brand semakin sering terjadi seiring dengan meningkatnya
kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya merek.
Bagi
pengusaha pemula maupun orang awam, sengketa merek mungkin terdengar seperti
masalah hukum yang rumit. Padahal, konflik seperti ini bisa menimpa siapa saja,
bahkan usaha kecil yang baru dirintis. Artikel ini akan membahas fenomena
sengketa merek di Indonesia, contoh kasus nyata, serta pelajaran penting yang
bisa diambil.
Mengapa
Sengketa Merek Sering Terjadi?
Di Indonesia, pertumbuhan jumlah pelaku usaha sangat cepat, terutama sejak era digital dan maraknya UMKM. Sayangnya, tidak semua pengusaha memahami bahwa:
- Nama usaha adalah aset hukum
- Logo
dan identitas brand perlu didaftarkan
- Siapa yang lebih dulu mendaftar merek secara resmi memiliki hak yang lebih kuat
Akibatnya, banyak bisnis yang sudah berjalan bertahun-tahun justru harus berhadapan dengan masalah hukum hanya karena tidak mendaftarkan mereknya sejak awal.
Contoh
Kasus Sengketa Merek di Indonesia
Beberapa kasus sengketa merek di Indonesia bahkan melibatkan perusahaan besar, baik lokal maupun internasional. Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa merek adalah aset yang sangat bernilai.
Kasus
“I Am Geprek Bensu”
Salah
satu sengketa merek yang paling ramai dibicarakan adalah konflik antara merek
kuliner Geprek Bensu milik Ruben Onsu dengan merek I Am Geprek Bensu.
Kasus ini berujung panjang di pengadilan dan menjadi contoh nyata bahwa:
- Popularitas
tidak otomatis berarti kepemilikan merek
- Siapa
yang lebih dulu mendaftarkan merek memiliki posisi hukum lebih kuat
- Konflik nama bisa berdampak besar pada operasional bisnis
Banyak masyarakat baru menyadari dari kasus ini bahwa mendaftarkan merek adalah langkah yang sangat krusial.
Kasus
“Pierre Cardin Indonesia”
Kasus
lain yang menarik adalah sengketa merek Pierre Cardin. Di Indonesia, merek ini
telah didaftarkan oleh pengusaha lokal sejak lama, sehingga pemilik merek
globalnya tidak bisa dengan mudah menggunakan nama yang sama di Indonesia. Dari
kasus ini terlihat bahwa:
- Pendaftaran
merek bersifat teritorial (berlaku per negara)
- Brand
global pun bisa kalah jika terlambat mendaftar
- Hak atas merek ditentukan oleh sistem hukum yang berlaku
Dampak
Buruk Sengketa Merek bagi Bisnis
Banyak
pelaku usaha tidak menyadari bahwa sengketa merek dapat membawa dampak sangat
serius, seperti:
- Kehilangan
hak menggunakan nama usaha
- Reputasi
bisnis menjadi buruk
- Kerugian
finansial karena harus ganti nama dan logo
- Proses
hukum yang melelahkan dan mahal
- Kehilangan kepercayaan pelanggan
Mengapa
Banyak Pengusaha Terjebak Sengketa Merek?
Ada
beberapa alasan utama mengapa sengketa merek sering terjadi di Indonesia:
- Menganggap
pendaftaran merek tidak penting
- Merasa
cukup dengan nama usaha di media sosial
- Tidak
memahami prosedur hukum merek
- Terlambat
mendaftarkan merek
- Menggunakan nama yang mirip dengan brand lain tanpa riset
Prinsip
Dasar Hukum Merek di Indonesia
Dalam
sistem hukum merek Indonesia berlaku prinsip:
“First
to File” – siapa yang lebih dulu mendaftar, dialah yang memiliki hak atas
merek.
Artinya:
- Bukan
yang lebih dulu memakai
- Bukan
yang lebih terkenal
- Bukan yang lebih besar usahanya
Tetapi
yang lebih dulu mendaftarkan merek secara resmi ke Direktorat Jenderal
Kekayaan Intelektual (DJKI). Inilah mengapa banyak brand besar bisa kalah dari
pihak lain yang lebih dulu mendaftarkan merek.
Cara
Menghindari Sengketa Merek
Agar
tidak terjebak masalah serupa, ada beberapa langkah penting yang perlu
dilakukan sejak awal:
- Melakukan
pengecekan nama merek sebelum digunakan
- Tidak
asal meniru atau menggunakan nama yang mirip brand lain
- Segera
mendaftarkan merek setelah menemukan nama yang tepat
- Memahami
klasifikasi merek sesuai jenis usaha
- Menggunakan jasa profesional untuk memastikan proses pendaftaran aman
Langkah-langkah
ini mungkin terlihat sederhana, tetapi sangat menentukan masa depan sebuah
bisnis.
Merek
Adalah Aset Jangka Panjang
Banyak
pengusaha fokus pada penjualan dan promosi, tetapi lupa bahwa merek adalah
fondasi utama bisnis. Tanpa perlindungan hukum, merek yang sudah dibangun
dengan susah payah bisa hilang dalam sekejap akibat sengketa.
Karena
itu, penting untuk memandang merek sebagai:
- Aset
bisnis
- Identitas
hukum
- Investasi
jangka panjang
- Modal untuk berkembang lebih besar
Jangan biarkan bisnis yang Anda bangun dengan kerja keras justru bermasalah di kemudian hari karena merek yang belum terlindungi. Kami siap membantu Anda menghindari risiko sengketa merek melalui layanan konsultasi, pengecekan ketersediaan nama merek, hingga proses pendaftaran merek secara resmi di DJKI. Percayakan kebutuhan pendaftaran merek Anda kepada tim profesional kami agar brand Anda aman, kuat, dan terlindungi secara hukum. Daftarkan merek Anda sekarang juga melalui website kami dan amankan masa depan bisnis Anda sejak hari ini!